Sejarah Permainan Kartu Remi: Penemu, Perkembangan, Makna Hingga Jenis-Jenisnya

Sejarah Permainan Kartu Remi: Penemu, Perkembangan, Makna Hingga Jenis-Jenisnya

CUAN777 – Hampir semua orang pasti menyukai permainan kartu. Salah satu permainan kartu yang terkenal di Indonesia adalah permainan kartu remi. Namun pernahkah kamu berfikir, siapa sih yang menemukan permainan ini? Dan dari mana kah asalnya? Daripada bingung, mending simak artikel yang berisi sejarah permainan kartu remi ini.

Sebelum itu, perlu di ketahui bahwa tidak ada yang namanya permainan kartu remi. Tetapi, permainan kartu kebanyakan menggunakan kartu remi. Jadi, kartu remi hanyalah alat dalam permainan kartu.

Hampir seluruh dunia telah mengenal kartu remi. Namun, sampai saat ini belum ada yang tahu soal sejarah permainan kartu remi. Hal ini juga sempat menjadi bahan perdebatan bagi para tokoh-tokoh dunia.

Dalam catatan sejarah, kartu remi pertama kali di perkenalkan oleh orang Eropa. Namun, catatan sejarah lainnya mengatakan bahwa orang Eropa menemukan kartu remi ketika dalam perjalanan. Sebab, kartu remi di ketahui membutuhkan waktu yang lama dalam proses percetakan.  Sementara saat itu, hal yang berbau percetakan hanya bisa di lakukan oleh orang Tiongkok.

Berdasar pada fakta itu,. Sebuah spekulasi mengatakan bahwa sejarah permainan kartu remi awalnya di temukan di Tiongkok, China pada tahun 800an. Kartu remi pada saat itu berbentuk bundar layaknya lingkaran. Mendekati akhir tahun 1200an, jenis permainan kartu remi mulai muncul di Italia. Kemudian, hal ini menyebar cepat ke Jerman, Prancis dan Spanyol.

Tak hanya itu, kartu remi kemudian mulai mengalami perubahan pada tahun 1500. Kartu remi kemudian di gambar menggunakan wajah tokoh-tokoh terkenal dunia seperti Raja Wajik adalah Julius Caesar. Raja Sekop adalah Raja David dari Kitab Injil, Raja Hati adalah Charlemagne dan Raja Keriting adalah Alexander the Great.

Bersamaan dengan itu, keempat bentuk kartu remi juga mengalami revolusi. Kartu remi yang awalnya berbentuk koin, cangkir, pedang dan tongkat berubah menjadi wajik, hati, sekop dan keriting.

Usai di desain dengan wajah dan angka, kartu remi kemudian mulai di gunakan sebagai alat untuk meramal. Kartu ini kemudian di kenal dengan kartu tarot (tarrochi) atau sering juga di sebut tabel nasib karena bentuknya yang mirip dengan tabel.

Melalui proses yang panjang, kartu remi terus di perbaharui hingga bentuknya menjadi kartu remi yang sekarang kita kenal. Dalam satu kotak, kartu remi berjumlah 52 lembar dengan 2 tambahan kartu joker. Eits, itu ada alasannya loh.

Angka 52 di ibaratkan sebagai jumlah minggu dalam setahun. Oleh karena itu, setiap kartu mewakili satu minggu dengan perhitungan 52= 5+2=7 hari dalam seminggu. Tak hanya itu, keempat bentuk yang ada dalam kartu remi juga memiliki makna.

4 bentuk dalam kartu remi di ibaratkan sebagai empat musim yang ada di negara Eropa. Bentuk hati mewakili musim gugur. Bentuk wajik mewakili musim semi, bentuk keriting mewakili musim panas dan bentuk sekop mewakili musim dingn.

Selain itu, setiap bentuk kartu remi berjumlah 13 yang berarti jumlah mata angina dengan perhitungan 13= 1+3= 4. Kartu-kartu itu kemudian di urutkan dari AS,2,3,4,5,6,7,8,9,10,J,Q dan K. Jika semua angka dalam kartu di jumlahkan, maka totalnya menjadi 364 yang berarti jumlah hari dalam setahun.

Makna yang terakhir ada pada jumlah huruf dari setiap nama kartu remi dalam satu deck. Namun hal itu hanya terbukti benar dalam bahasa saja, yakni bahasa Inggris, Jerman, Prancis dan Belanda.

Contohnya dalam bahasa Inggris: Ace,two,three,four,five,six,seven,eight,nine,ten,Jack,Queen,King = 52 huruf. Hal itu juga sama artinya dengan jumlah minggu dalam satu tahun.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 1001 jenis permainan kartu di berbagai Negara yang menggunakan kartu remi. Peraturannya juga berbeda-beda tergantung jenis permainnya.

Sedangkan di Indonesia terdapat beberapa jenis permainan kartu remi yang popular. Yakni Capsa banting, Capsa Susun, 41, Cangkulan, Blackjack dan judi live casino.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.